Oleh : TASYA SALVA HARIYANTO 297 Kali Pentingnya Mata Pelajaran Bahasa Jawa dalam Pendidika

Oleh : Robbi Aryanto 152 Kali Ahli Kejiwaan Sebut Marshanda Keterlaluan

Oleh : Robbi Aryanto 159 Kali La Nyalla Kembalikan Riedl Jadi Pelatih Timnas

Oleh : Robbi Aryanto 162 Kali Nyanyikan Anti Putin, Personel Pussy Riot Dibui

Oleh : GIBRAN ASYKAR RABBANI 99 Kali Tutorial Merakit PC untuk Pemula: Langkah demi Langkah

Oleh : Netipli Sosiall 184 Kali Mau jadi Megapolitan atau Megapelitan?


Minggu, 19 Agu 2012, 04:32:25 WIB, 172 View Robbi Aryanto, Kategori : Dunia Islam

Beer El-Sabe - Kelompok Muslim menyatakan kemarahannya atas rencana penyelenggaraan Festival Wine di kota Beer el-Sabe, Israel. Kemarahan karena, penyelenggaraan akan dilaksanakan di halaman luar sebuah bangunan bekas masjid kuno di wilayah tersebut.

Menurut laporan media Israel, Gerakan Islam di Israel mengatakan festival ini merupakan "dosa tak termaafkan". Festival juga dianggap sebagai pukulan keras bagi umat Muslim di sana Sebab menurut kelompok Muslim tersebut, publisitas festival anggur merupakan penghinaan terhadap sensitivitas Muslim. Seperti diketahui Islam melarang konsumsi alkohol.

Festival "Salut Wine dan Beer Festival" ke enam ini rencananya akan diselenggarakan di pelataran sebuah bangunan bekas masjid di Beer el-Sabe, pada 5-6 September. Festival akan menampilkan minuman beralkohol dari sekitar 30 pabrik dan perkebunan anggur di seluruh negeri.

Pusat Hukum untuk Hak Minoritas Arab di Israel, Kamis (16/8) lalu, mengirimkan surat pada Jaksa Agung, Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel serta Kotamadya Beer el-Sabe. Mereka menuntut agar festival Wine di wilayah tersebut dibatalkan. " Penggunaan pelataran Masjid untuk festival minuman beralkohol adalah sesuatu yang sensitif. Sebab Islam melarang konsumsi alkohol dan tak sesuai dengan penggunaan masjid untuk beribadah," tulis organisasi tersebut dalam surat ke Jaksa Aram Mahameed.

Surat juga menambahkan, Festival Wine melanggar keputusan Mahkamah Agung Israel yang keluar Juni 2011 lalu. Dalam keputusan tersebut memerintahkan masjid untuk diubah menjadi museum sejarah dan kebudayaan Islam.

Masjid yang dibangun pada Era Usmani pada 1906 ini sempat menjadi tempat ibadah hingga 1948. Kemudian berubah menjadi penjara dan pengadilan hingga 1952. Lalu dari 1953-1991 dibuka sebagai Museum Tanah Negeb. Pada 2002 sempat ada sebuah petisi yang meminta masjid untuk dibuka kembali sebagai tempat ibadah.



  Tentang Penulis

by : Robbi Aryanto
Designer Developer & Freelance, Padang , Indonesia
Robby is a student in Universitas Putra Indonesia \\\'YPTK\\\' Padang and web developer for design from Padang. He founded PHPmu in june 2013 and publishes new tutorials.


Kamis, 22 Nov 2012, 10:07:13 WIB Oleh : Robbi Aryanto 143 Kali Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir

Minggu, 19 Agu 2012, 04:32:25 WIB Oleh : Robbi Aryanto 173 Kali Astagfirullah, Festival Wine Digelar di Halaman Masjid

Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment


Oleh : Robbi Aryanto Astagfirullah, Festival Wine Digelar di Halaman Masjid Pada : Minggu, 19 Agu 2012, 04:32:25 WIB 173 Kali

Beer El-Sabe - Kelompok Muslim menyatakan kemarahannya atas rencana penyelenggaraan Festival Wine...


Oleh : Robbi Aryanto Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir Pada : Kamis, 22 Nov 2012, 10:07:13 WIB 143 Kali

Kairo - FatimaNabil mencatat sejarah. Ia menjadi presenter pertama yang berjilbab yang muncul di...